Bayangkan ladang sawit yang subur, pekebun yang sejahtera, dan industri perkebunan yang berdaya saing global. Itulah mimpi besar yang sedang diperjuangkan bersama oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia. Lewat ajang APKASI Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, sinergi ini semakin diperkuat.

Pemerintah Kabupaten: Ujung Tombak Pembangunan Perkebunan

Mengapa peran pemkab begitu krusial? Jawabannya sederhana: mereka adalah pihak yang paling dekat dengan para pekebun. Mereka memahami kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, dan tantangan yang dihadapi setiap hari. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan bahwa sinergi ini adalah kunci.

"BPDP punya instrumen pendanaan dan program, sementara pemerintah daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat. Kolaborasi ini akan membuat program lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak besar," ujarnya.

Program Andalan: Peremajaan Sawit Rakyat

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini bertujuan mengganti tanaman tua dengan bibit unggul agar produktivitas meningkat. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Syahruddin, mengungkapkan bahwa pemkab bisa membantu mempercepat proses pengusulan, verifikasi lahan, hingga memastikan ketersediaan benih berkualitas.

Hingga Agustus 2026, PSR telah menjangkau 187.782 pekebun dengan luas lahan 428.745 hektare. Dana yang disalurkan mencapai Rp12,86 triliun. Angka yang fantastis, bukan? Tapi perjalanan masih panjang, dan dukungan pemkab sangat dibutuhkan.

Lebih dari Sekadar Lahan: SDM dan Riset

Perkebunan tidak hanya soal tanah dan produksi. Sumber daya manusia (SDM) dan riset juga punya peran penting. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menekankan pentingnya investasi jangka panjang ini. "Kita ingin masyarakat di daerah punya akses ke pendidikan dan pelatihan yang relevan," katanya.

Sejak 2016, BPDP telah memberikan beasiswa kepada 13.265 orang dan pelatihan kepada 32.152 orang. Pada 2026, kuota beasiswa ditingkatkan menjadi 5.000 orang, dari D1 hingga S1. Ini adalah kesempatan emas bagi putra-putri daerah untuk mengembangkan diri.

Harapan untuk Masa Depan

Melalui APKASI Expo 2026, BPDP berharap komunikasi dengan pemkab semakin erat. Dengan begitu, program-program perkebunan bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan lebih luas. Seperti kata Zaid, "Pembangunan perkebunan bukan hanya soal angka produksi, tapi bagaimana menghadirkan kesejahteraan bagi pekebun."

Mari kita dukung langkah ini, karena masa depan perkebunan Indonesia ada di tangan kita bersama.

Reporter: Hestia Ramadhani